Ada seorang ikhwan (anggota baru Rohis) sebut saja ‘andi’ yang sedang asyik didepan computer kesayangannya dan diiringi lagu “Kehadiranmu” yang dibawakan oleh grup band asal sukabumi yang mengalur merdu dari MP3 nya ***‘Jantungku bergetar saat engkau ada didekatku..mungkinkah diriku telah jatuh cinta pada dirimu****sebisa diriku mencoba untuk melupakanmu..namunku tak bisa kau pun selalu ada dalam hati ku…..****.
Hmmm.. tak sadar selanjutnya andi malah melamuni seorang akhwat yang bernama ‘Nia’, dan juga tentang izzam yang rajin menasihatinya untuk tidak tenggelam dalam khayalan.
Suatu hari izzam pernah bilang sama andi, “kalau rasa cinta itu jangan dimanja,kita boleh hidup dengan cinta tapi jangan mati karena cinta.” Andi juga masih ingat betul saat izzam mengatakan , “bahwa kita gak boleh terbius dengan rasa cinta, apalagi kalau diri kita masih sekolah. Masih banyak yang harus diperjuangkan. Tentang dakwah, tentang perjuangan kaum muslimin meraih cinta Illahi dengan jihad, justru cinta itulah yang tak boleh pupus dari hidup kita.
************************
Sesaat hujan turun deras…
Andi masih penasaran dengan jawaban Nia Herliawati,setelah 3hari yang lalu dia nekat mengirim email kepadanya, ia mengutarakan tentang rasa cintanya kepada gadis manis berjilbab panjang itu, tentang segala harapan yang ingin diraihnya tentang cerita indah bersamanya.
Andi gelisah menunggu email balasan dari gadis pujan hatinya itu, sekali lagi ia mencoba koneksi ke internet, tapi selalu gagal akses,diulanginya lagi,terus..terus dan terus dicobanya lagi… , rasa penasarannya semakin menggumpal didada, ia mencoba koneksi lagi, tapi andi lagi-lagi harus gigit jari,andi kesal. Memang kalau lagi hujan koneksi ke jaringan maya ditempat andi memang selalu bemasalah.
*************************
Adzan maghrib membuyarkan lamunannya….
Andi segera buru-buru bangkit dari tempat duduknya ,menuju kamar mandi dan berwudhu.
Andi khusuk dalam sholatnya**********berdo’a dengan penuh harap agar keinginannya terkabul.
**************************
Andi sudah berada didepan computer kesayangannya lagi, ia kembali mencoba koneksi kejaringan maya, menunggu sebentar dengan harap-harap cemas.
Berhasil….. sekarang koneksi jaringan Internetnya tersambung….. ‘yes…!!!!’ andi girang bukan kepalang, buru-buru ia membuka emailnya. Jantungnya kini berdetak 2kali lebih kencang. Dari 10 email baru yang masuk ternyata tak ada satu pun email dari nia ‘gubraakkkkk…!!!’ (ia langsung lemas). Andi masih penasaran, lalu kembali ia membuka ulang inbox emailnya . mata andi berbinar, kali ini ia berharap dan optimis akan ada balasan email dari nia.
Benar, 3email yang masuk pada menit itu, salah satunya dari nia. Andi sudah tak sabar untuk membukanya, dengan semangat yang menggebuh-gebuh ia mengarahkan mouse dan meng klik email yang bersubjek “red: Tentang Aku” yang di reply dari nia.
“ ‘alaikumsalam.wr.wb akhi andi..
Alhamdulillah kabar baik, karena do’a dari akhi dan teman2 yang lainnya. Semoga akhi juga tetap mendapatkan curahan cinta dari Allah SWT, yang selau menjadikan kita tetap merasa berarti dalam hidup ini…
Tentang cinta..
Terus terang akhi saya sangat kanget dan binggung, sebab saat pertama menerima email dari akhi saya gak tahu harus berbuat apa?. Akhi saya paling sulit jika harus memutuskan sesuatu diluar kemampuan saya, saya binggung harus gembira/bersedih dengan kenyataan ini. Entahlah……
Lama saya berfikir untuk menemukan jawaban yang pas untuk ini, saya mencoba untuk memendam sendiri perasaan itu, biarlah hanya Allah yang tahu masalah ini. Dua hari pikiran saya disibukkan dengan perasaan ini, beruntung itu tidak berlangsung lama dan Alhamdulillah akhi, malam kemarin saya menemukan jawabannya. Jawaban untuk sesuatu yang paling sulit dalam hidup saya saat ini.
Akhi pernahkah kita berpikir bahwa rasa cinta itu akan mengalahkan segalanya? Menyingkirkan segala sesuatu yang pernah kita miliki? Tentang cita-cita, tentang asa, tentang Islam yang kita agungkan. Saya khawatir benih cinta yang tumbuh diantara kita akan menenggelamkan semua harapan kita tentang perjuangan menegakan islam. Perjuangan yang tak boleh dikotori dengan benih-benih yang akan menggoda kita untuk berpaling dari cita-cita mulia. Saya khawatir akhi semua itu terjadi pada kita…
Andi berhenti sejenak, menghela nafas dalam-dalam dan menghempaskannya. Jari telunjuknya mengusap pipinya yang mulai basah, andi mencoba melanjutkan bacaannya yang sempat terhenti sejenak. Dengan perasaan yang remuk seolah ia sudah tahu arah tulisan dan jawaban yang dibuat nia.
Akhi, tolong jangan katakana cinta kepada saya, saya belum siap dan sanggup menerima bebannya. Akhi jangan katakana cinta, justru disaat kita masih belia, jangan pula katakana cinta karena saya masih ragu dengan cinta kita..cinta yang hanya berbalut nafsu, cinta yang muncul dari sekeping hati yang labil. Cinta yang tumbuh diantara kita, yang tak jelas maknanya. Karna saya yakin kita pasti akan tergoda dengan romantisme semu.
Akhi, saat ini energy yang kita miliki akan lebih berarti untuk menggerakkan semua cita-cita yang pernah kita rangkai, cita-cita yang pernah memenuhi semua relung dalam hati kita. Cita-cita yang kita agungkan, Islam dan ummat ini butuh kita akhi , dan itu PASTI….
Jadi ….. mohon untuk tidak melukai semua yang pernah kita cita-citakan. Kita masih muda, sangat bijak jika kita curahkan perhatian kita kepada segala yang kita perjuangkan. Akhi.. saya tak menolak pernyataan cinta akhi, tapi saya merasa tak layak untuk bersenang-senang dalam terjal jalan yang sedang kita lalui. Terlalu berharga waktu yang kita miliki, itu sebabnya sayang jika kita hanya berbicara tentang cinta.
Sekali lagi akhi untuk saat ini, JANGAN KATAKAN CINTA…
Saya yakin jika DIA berkehendak, kita pasti dipertemukan-NYA dalam cinta dan cita-cita. Disaat kita mampu untuk memadukannya. Sekarang lupakan kata “CINTA” dari bahasa komunitas kita.. AFWAN..
Wassalamu’alaikum.wr.wb
~ Nia Herliawati ~
Dep..ppp…. rasanya berton-ton beban menimpah tubuhnya, dadanya sesak sesat setelah menerima jawaban yang nia berikan kepadanya. Ia sadar, ternyata makna cinta yang sebenarnya adalah cinta yang tak perlu diungkapkan disaat kita masih belia dan belum sanggup untuk menopang dan menerimanya.
Andi lunglai, matanya berkaca-kaca. Ia pun berbisik didalam hatinya, “yahhhhh….nasibbb…!!!”
“Direlung hati kalian akan tetap terjaga rahasia cinta, tak kala dikuakkan segala cinta.”
(ibnu Qayyim Al-Jauziyyah ; Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Mustaqin.)
Citayam, mei 2008
Fri’ 07:38 pm
Fri’ 07:38 pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar